Pengantar
Bacharuddin Jusuf Habibie, atau yang akrab dikenal dengan B.J. Habibie, merupakan salah satu tokoh terkemuka di Indonesia yang memiliki pengaruh besar dalam bidang teknologi dan politik. Dikenal sebagai "Bapak Teknologi Indonesia," Habibie adalah sosok yang menginspirasi banyak orang dengan kecerdasannya dan dedikasinya terhadap perkembangan teknologi dan pembangunan bangsa.
Masa Kecil dan Pendidikan
B.J. Habibie lahir pada 25 Juni 1936 di Parepare, Sulawesi Selatan. Ia menamatkan pendidikan dasarnya di Indonesia sebelum melanjutkan studinya di Institut Teknologi Bandung (ITB). Berkat kecerdasannya, ia mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Rheinisch-Westfälische Technische Hochschule Aachen, Jerman, di mana ia meraih gelar doktor dalam bidang teknik penerbangan dengan predikat summa cum laude [[❞]](https://www.goodnewsfromindonesia.id/2023/12/27/biografi-bj-habibie) [[❞]](https://www.gramedia.com/literasi/biografi-bj-habibie/).
Karier dan Kontribusi Teknologi
Setelah menyelesaikan studinya, Habibie bekerja di Jerman, di mana ia mengembangkan teori Crack Propagation yang dikenal sebagai Faktor Habibie. Teori ini menjadi dasar penting dalam analisis keretakan material pada pesawat terbang dan digunakan oleh para insinyur di seluruh dunia.
Pada tahun 1974, ia kembali ke Indonesia dan mendirikan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Salah satu prestasi terbesarnya adalah pengembangan pesawat N-250 Gatotkaca, pesawat turboprop yang dirancang dan diproduksi di Indonesia, yang menjadi simbol kemampuan bangsa dalam teknologi dirgantara [[❞]](https://www.goodnewsfromindonesia.id/2023/12/27/biografi-bj-habibie).
Karier Politik
Di bidang politik, B.J. Habibie menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi selama 20 tahun sebelum menjadi Wakil Presiden di bawah Soeharto pada tahun 1998. Ketika Soeharto mundur, Habibie menggantikannya sebagai Presiden Republik Indonesia dari Mei 1998 hingga Oktober 1999. Selama masa jabatannya, ia melakukan berbagai reformasi penting, termasuk memberikan kebebasan pers dan memulai desentralisasi pemerintahan [[❞]](https://www.goodnewsfromindonesia.id/2023/12/27/biografi-bj-habibie).
Kehidupan Pribadi dan Warisan
Setelah pensiun dari dunia politik, Habibie tetap aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan pendidikan. Ia mendirikan Yayasan Habibie dan Ainun, dan menulis buku "Habibie & Ainun" yang menceritakan kisah cintanya dengan sang istri, Hasri Ainun Besari, yang telah mendampinginya selama 48 tahun sebelum meninggal pada tahun 2010. Habibie sendiri meninggal pada 11 September 2019 [[❞]](https://www.goodnewsfromindonesia.id/2024/04/01/mengenang-kisah-hidup-bj-habibie-sang-bapak-teknologi-dan-presiden-ketiga-indonesia) [[❞]](https://www.gramedia.com/literasi/biografi-bj-habibie/).
Kesimpulan
B.J. Habibie adalah sosok yang luar biasa dengan dedikasi yang tak tergoyahkan terhadap kemajuan teknologi dan demokrasi di Indonesia. Warisannya terus menginspirasi generasi muda untuk mengejar ilmu pengetahuan dan berkontribusi bagi negara.
---
Referensi:
1. [Good News From Indonesia](https://www.goodnewsfromindonesia.id/2023/12/27/biografi-bj-habibie)
2. [Gramedia Literasi](https://www.gramedia.com/literasi/biografi-bj-habibie)
3. [Detik.com](https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5705999/biografi-bj-habibie-profil-karier-dan-kisah-hidup-inspiratifnya)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar